Kamis, 18 Desember 2025

Tadi Malam Ra Kerokan

Rebo Pon, 17 Desember 2025


   -Malam yang sumuk, Pengurus dan Pengawas Koperasi Desa Merah Putih Gawanan, Colomadu, Kab Karanganyar, Jawa Tengah, melakukan perjumpaan melepas kerinduan.
 
Kali ini judulnya: 
RA KEROKAN: RApat KERja Organisasi dan KeANggotaan.

rapat pengurus anggota KDMP Koperasi desa merah putih gawanan colomadu solo
hadir 7 personil: Pak Joko, Pak Wahyudi, Pak Heru, Pak Sardju, Pak Poor, Mas Kuprit, Mbak Dee


Pertemuan ini tujuannya menanggap Pak Wahyudi setelah 3 hari nenepi di Tawangmangu, barangkali ada petunjuk.
 
...

Ternyata ada.

***

Diklat Perkoperasian di Tawangmangu, Karanganyar berlangsung dari tanggal 24-26 November 2025, yang mana KDMP Gawanan diwakili oleh pak Wahyudi.

Konon, turun dari Tawangmangu, beliau pulang membawa wahyu..
 
wahyudi.


tor monitor ketua
 
mas kuprit perintis digitalisasi literasi colomadu juara konten BUMN 2020
hadirin menyimak
 
 

Berharap Modal, dapetnya Modul

 
Peserta diklat mendapatkan modul, tulisannya kecil-kecil.
Namun jangan khawatir, setelah kita ulik di internet, tibaknya ada.
..

ada ning tulisannya podo wae kecil-kecil :p


materi kopdes by adaideaja kemenkop
di akhir tulisan nanti ada link-nya, gacor ketua


***

KopDes butuh AD dan ART

Koperasi Desa butuh AD (Angkatan Darat) dan ART (Asisten Rumah Tangga).
 
Mengapa Angkatan Darat?
 
Begini kronologinya:
Koperasi kan butuh bangunan, nah yang diminta untuk mikirin mbangun namanya Agrinas (BUMN ketahanan pangan yang pandai dalam hal konstruksi).
Agrinas itu dulu namanya PT Yodya Karya, rekan PUPR bidang Konstruksi.
Saat ini suruh mikirin Telo dan Polowijo.
 
Nah, Pelaksanaan mbangun Gedung butuh tenaga yang kuat dan handal, dalam hal ini Tentara.
 
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita dan Direktur Utama PT Agrinas, Joao Angelo De Sousa di Mabes Pertahanan dan Keamanan TNI, Jakarta, Jumat (10/10/2025)
 
mas kuprit hadir sebagai sekertaris yang ahli bidang editing liputan kopdes
untuk bisa Lets Do It, hal pertama adalah Duit, kata Mas Kuprit

Siapa ART nya?
 
Semua pengurus ini nanti jadi pelayan masyarakat, menjalankan usaha dengan bersih dan rapi.
Mengelola usaha milik bersama, memastikan kesejahteraan rumah tangga masyarakat desa.
 
 
***
 

Kalau sudah siap semuanya, KopDes dapat mengadopsi model bisnis (ada 10 pilihan nih):

🟩 1. Produsen (Manufacture Model)

Mengolah bahan baku menjadi barang jadi, kemudian menjualnya ke pasar. 
 
Keunggulannya terletak pada kontrol penuh terhadap proses produksi dan kualitas.
 
Contoh: 
  • pabrik tekstil, 
  • produsen makanan olahan, 
  • produsen boneka custom, 
  • Dapur MBG
  • Penggemukan sapi
 
sapinya dikasih gemuk biar licin, itulah penggemukan sapi


🟩 2. Distributor

Model ini bekerja sebagai penghubung antara produsen dan pasar

Perusahaan tidak memproduksi, tetapi memastikan produk tersedia di banyak titik penjualan, sehingga konsumen mudah mendapatkannya.
 
Keuntungan: 
  • jaringan luas, 
  • efisiensi distribusi, 
  • dan pasokan stabil.

🟩 3. Direct to Consumer (D2C)

D2C memotong perantara. Produsen menjual langsung kepada konsumen, biasanya melalui:

  • toko online sendiri
  • e-commerce
  • media sosial
  • toko fisik milik brand

Model ini memberikan keuntungan margin lebih besar dan hubungan pelanggan yang lebih personal.


🟩 4. Freemium Model

Inilah model yang marak di startup digital. 

Perusahaan memberikan layanan dasar secara gratis, tetapi fitur lanjutan, akses premium, atau penyimpanan tambahan berbayar.

Keuntungannya: menjaring banyak pengguna, lalu mengonversinya menjadi pelanggan berbayar.

kopdes digital gawanan colomadu keren


🟩 5. Subscription (Berlangganan)

Dalam model ini, pelanggan membayar biaya rutin bulanan atau tahunan untuk mengakses produk atau layanan. 

Cocok untuk produk yang dikonsumsi berkala, seperti:

  • makanan siap antar
  • aplikasi premium
  • layanan software
  • paket kebutuhan bulanan

Pendapatan menjadi stabil dan dapat diprediksi.


🟩 6. Marketplace

Marketplace adalah platform yang mempertemukan penjual dan pembeli. Perusahaan tidak perlu memiliki barang, cukup menyediakan sistem transaksi dan mengambil:

  • komisi
  • biaya iklan
  • layanan tambahan

Contoh populer: platform jual beli sayur petani, marketplace UMKM, dan lainnya.


🟩 7. Leasing (Sewa Pakai)

Model leasing menawarkan akses terhadap barang tanpa harus membeli. 

Pelanggan cukup membayar biaya sewa sesuai masa pakainya.

Model ini mengurangi beban investasi pelanggan dan cocok untuk:

  • alat berat
  • kendaraan
  • mesin produksi
     
    komik kuprit keren pol untuk KDMP
    contoh alat berat: TRAKTOR, tapi ada yg lebih berat; TRAKTiR
     

🟩 8. Service Model

Model bisnis ini menjual keahlian atau jasa profesional. Nilai utamanya bukan barang, tetapi:

  • kemampuan teknis
  • kualitas pelayanan
  • pengalaman

Contoh: 

  • jasa konsultasi bisnis, 
  • pengolahan hasil pertanian, 
  • hingga logistik.
 
contoh jasa SERVIS
contoh jasa SERVIS yang bayarannya mahal

 

🟩 9. Aggregator Model

Model ini mengumpulkan banyak penyedia dalam satu platform, lalu menawarkan pilihan terbaik kepada konsumen. 
 
Perusahaan menjamin standar layanan, meski eksekusi dilakukan mitra.
Contoh umum:
  • agregator hotel
  • agregator transportasi
  • agregator jasa pertanian

🟩 10. Partnership (Kemitraan)

Model ini fokus pada kolaborasi antarbisnis untuk berbagi sumber daya dan keuntungan. Tujuannya adalah:

  • memperluas pasar
  • mengurangi risiko
  • mendapat teknologi atau modal

Partnership banyak digunakan oleh koperasi, bisnis franchise, hingga program ekspor.

 

"..KEMITRAAN ini janganlah cepat berlalu..."

 

Oya, yang mau sinau tentang Modul Diklat Koperasi:

Ada 5 link, di sini: langsung mulai modul 2:


modul 2: Koperasi Desa Merah Putih

modul 3: Kelembagaan dan Tata Kelola Koperasi

modul 4: Manajemen Operasional Aktivitas Bisnis Koperasi

modul 5: Proposal Bisnis Koperasi dan Analisis Kelayakannya

modul 6: Manajemen Keuangan Koperasi

Demikian, Semoga Mengharukan

kontak penulis, chat WA berikut: